Tag Archives: FYI

Competition (1)

Nah postingan ini buat kamu yang merasa kepingin mengexplore kemampuan diri lebih lanjut atau bisa dibilang sudah berani move on dari laporan. Simak ya beberapa kompetisi yang admin kumpulkan ini. Kalo ada kemampuan dan ide yg cocok segera daftarkan diri kamu. ini dia

  • Olimpiade Sains Nasional Perguruan Tinggi (OSN-PTI 2013) Tingkat Jawa Timur. Pendaftaran secara online di website www.osnpertamina.com. Deadline: 10 November 2013

headrakornas3

 

 

  • Lomba Karya Tulis Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. Deadline: 30 Oktober 2013. Informasi lanjut silahkan mampir ke website resminya disini.
  • Lomba Program Kreatifitas Mahasiwa DIKTI. Deadline: 18 Oktober 2013. Informasi selengkapnya bisa tanya-tanya ke twitter @info_PKMUB

Ayo torehkan prestasi baru buat MSP kita. Semangat!

Air laut bercahaya dan bersinar terang

laut
Sungguh ajaib ciptaan Allah yang Maha Agung. Tidak setiap hari kita bisa melihat fenomena alam yang indah ini.

Cahaya biru terang terlihat pada air laut di pantai di Raa Atol, Vaadhoo, Maladewa setelah plankton dalam air laut bereaksi dengan oksigen dalam air laut untuk menghasilkan cahaya seterang kerlipan bintang di langit.
“Kilatancahaya” biru pada gambar disebut “bioluminescence”, terjadi karena jutaan fitoplankton kecil terdampar oleh pasang-surut, mengubah energi kimia menjadi energi cahaya. Proses ini kuno, alami dan ditemukan di seluruh dunia. Khususnya pada daerah pantai yang hangat setelah gelap.
Fenomena alam ini diabadikan oleh fotografer Doug Perrine pada suatu malam di bulan april 2012. “Gambar ini diambil pada penuh bintang, tapi bulan tak terlihat”, ujarnya. “Setiap gelombang kecil menuju ke garis pantai, ombaknya menjadi terang benderang seperti lembar petir.”
Jutaan plankton tersebut menciptakan pertunjukan cahaya yang terkonsentrasi di sepanjang tepi pantai. Organisme itu menciptakan cahaya yang cukup kuat untuk dilihat dengan mata telanjang. “
“Ketika berdesakan, setiap organisme akan mengeluarkan kilatan cahaya biru yang diciptakan oleh reaksi kimia dalam sel,” tulis Peter Frank, seorang ahli biologi di Scripps Institution of Oceanography. “Ketika bermiliar-miliar sel yang berdesakan dipecahkan oleh ombak – Anda melihat pertunjukan cahaya yang spektakuler seperti lembaran petir.”
Fenomena langka ini biasanya hanya dilihat ketika kapal “mengaduk” (mengeruk) dasar laut. Subhanallah!
(ABC, AOL, Metro)

 

Sumber:http://www.memobee.com/index.php?do=c.every_body_is_journalist&idej=4423

Keunikan Danau Zamrud Siak Riau

Danau zamrud merupakan gabungan dari dua danau yang terletak di hutan rawa gambut basah di Kecamatan Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Kedua danau tersebut bersisian satu sama lain yaitu Danau Besar dengan luas 2.416 ha, dan Danau Bawah dengan luas 360 ha. Karena terletak di Desa Zamrud dan berdekatan satu sama lain, kedua danau tersebut lebih populer dengan nama Danau Zamrud. Selain itu, pantulan sinar matahari yang kehitaman dari permukaan danau (ciri khas perairan hutan rawa gambut) menjadikan danau tersebut layaknya sebutir permata zamrud di tengah rimba raya.
Selain perairannya dan kondisi alamnya yang eksotis, Danau Zamrud juga dilengkapi dengan berbagai keunikan lainnya. Misalnya saja di sini terdapat pulau berpindah.

Pulau berpindah terletak di Danau Besar. Di sini terdapat empat pulau utama, yaitu Pulau Besar, Pulau Tengah, Pulau Bungsu dan Pulau Beruk. Uniknya, keempat pulau di Danau Besar ini merupakan pulau yang bisa berpindah atau disebut juga pulau hanyut. Pulau jenis ini terbentuk dari endapan lumpur dan tumbuh-tumbuhan sehingga pada saat-saat tertentu pulau tersebut dapat berpindah ketempat-tempat yang berbeda. Selain itu, Pulau Beruk, sesuai dengan namanya merupakan habitat bagi beruk-beruk atau kera tanpa ekor. Danau Zamrud telah dijadikan sebagai kawasan suaka margasatwa sejak 25 November 1980 oleh pemerintah Indonesia. Selain sebagai kawasan konservasi kawasan ini juga dikembangkan untuk riset ilmu pengetahuan dan obat-obatan.

Danau Zamrud Siak berjarak 180 km dari Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru, sekitar tiga jam perjalanan berkendara. Jika ingin berkunjung ke kawasan ini maka pastikanlah datang di saat sore hari atau ketika matahari sedang condong ke barat. Sebab pada saat itu, selain puncak dari pesona Danau Zamrud, aneka ragam makhluk hidup yang menjadikan danau tersebut habitatnya juga menampakkan diri. Namun jangan langsung takut dulu, karena umumnya hewan-hewan tersebut bukanlah hewan buas. Misalnya saja aneka jenis ikan, seperti ikan Arwana emas, ikan Balido, hingga kicauan burung Serindit, elang dan aneka burung lainnya. Menurut data Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau ada 38 jenis burung yang 12 diantaranya dilindungi seperti bangau putih, enggang palung, enggang benguk, enggang dua warna, dan enggang ekor hitam.

Saat ini kawasan Danau Zamrud Siak juga menjadi bagian dari kawasan Badan Operasi Bersama (BOB) Coastal Plain Pekanbaru (CPP) Sumatera Basin yang merupakan perusahaan konsorsium PT Bumi Siak Pusako dengan PT Pertamina Hulu. Oleh karena itu, jika penasaran hendak menikmati keindahan Danau Zamrud maka saat memasuki kawasan penyangga (buffer zone) sekitar 35 km dari kawasan inti Danau Zamrud, pengunjung harus meminta izin dulu kepada perusahaan yang memiliki otoritas di sana.

Pastinya kawasan Danau Zamrud Siak bukanlah kawasan wisata keluarga karena tempat ini belum menyediakan fasilitas-fasilitas untuk wisatawan pada umumnya, seperti penginapan ataupun restoran. Saat ini para pengunjung (umumnya wisatawan dengan minat khusus terhadap petualangan alam atau peneliti) masih akan langsung berinteraksi dengan masyarakat tempatan.

Ada tiga cara untuk mengunjungi kawasan ini. Cara pertama, yang paling mudah dan paling indah adalah melalui udara dengan helikopter. Namun kekurangannya, Anda tidak bisa berinteraksi dengan alam danau zamrud yang masih asri dan merupakan hutan primer tersebut. Selain itu, cara ini juga mahal.

Cara kedua, adalah dengan menggunakan travel menuju kota Siak dari Pekanbaru. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan bermotor atau mobil melalui jalan umum yang telah biasa dilalui oleh orang-orang.

Ketiga, dengan cara menemukan jalan sendiri melalui perairan. Cara ini cukup extrem namun pernah dilakukan oleh para pengunjung yang umumnya para petualang alam. Setelah sampai di kota Siak, maka pengunjung diharuskan berjalan kaki menuju Desa Zamrud melalui hutan-hutan yang pastinya akan memberikan pengalaman berbeda kepada Anda. Setelah sampai di Desa Zamrud, Anda dapat menyewa perahu masyarakat untuk berperahu menuju Danau Zamrud. Di sini pengalaman seru dan tak terlupakan akan menjadi cerita indah perjalanan Anda. Selamat mencoba untuk mencapai Danau Zamrud Siak Riau.(tya)

Sumber : http://www.riaumagz.com/3839/danau-zamrud-siak-riau